PLURALISME BUDAYA DAN TANTANGAN ARUS GLOBALISASI DI
Kata Pengantar
Jauh sebelum teknologi komunikasi berkembang, Globalisasi itu sudah terjadi dan dimulai ribuan tahun yang lampau. Bangsa yang dominan seperti kerajaan Romawi dengan semboyan Pax Romana-nya sudah mengekspor budayanya ke seluruh daerah jajahannya.
Maka untuk itu penulis memutuskan untuk membahas dan menganalisa fenomena globalisasi ini. Kesemuanya ini ditujukan untuk memenuhi tugas pengganti ujian Cultural Antrhopologhy.
Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa karena tanpa berkat yang diberikannya tugas ini tidak akan selesai tepat pada waktunya
Kedua saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu dosen yang sudah membimbing saya dan memberikan banyak ilmu pengetahuan kepada saya, tanpa ibu tugas ini tidak akan pernah selesai dan tidak akan saya buat.
Ketiga saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah mendukung saya dalam mengerjakan tugas ini baik dalah hal moril maupun dalam pengetahuan.
Jakarta 03 February 2009
Penyusun
Kegunaan Penelitian
Penulis menyadari manfaat-manfaat yang dipetik dari penyusunan laporan ini, walaupun banyak juga halangan-halangan yang muncul dalam menyelesaikan karya tulis ini. Manfaat yang paling utama, yaitu bagi penulis sendiri, yaitu :
a. Penulis dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis karya ilmiah.
b. Penulis dilatih untuk meningkatkan dan memperluas pengetahuannya dari berbagai sumber; buku , media massa cetak dan elektronik.
c. Penulis juga dilatih untuk mampu menganalisis fakta-fakta yang ada di lapangan dengan teori-teori yang sudah didapatkan.
d. Penulis juga dilatih untuk berani bersikap untuk menghadapi masyarakat secara langsung.
Manfaat yang lain adalah manfaat bagi pembaca dan pihak-pihak lain yang terkait :
a. Supaya para pembaca dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan masalah globalisasi dan pluralisme budaya di Indonesia.
b. Supaya pembaca dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam globalisasi dan pluralisme budaya di Indonesia.
Latar Belakang Permasalahan
Mempelajari sejarah kebudayaan yang terdapat pada seluruh bangsa dan di seluruh dunia, ternyata bangsa hidup dengan cara – cara yang dibentuknya sendiri. Kalau dikatakan bahwa bangsa memiliki budaya sendiri, maka yang paling nyata membedakannya dari budaya orang lain ialah perbedaan cara cara tadi. Bentuk rumah, peralatan, pakaian, cara bertani, adat istiadat, dan lain lain merupakan hasil budaya yang diwariskan dari satu generaasi ke generasi berikutnya melalui semacam pendidikan.
Budaya tidak ada yang asli dalam arti tidak semua unsurnya selalu berasal dari dalam budaya itu sendiri. Budaya yang tidak terpengaruh oleh budaya lain akan terisolasi dan tidak bias berkembang dan pada akhirnya akan lenyap. Untuk berkembang, budaya memerlukan sentuhan dan pengaruh dari luar.
Pengaruh atau pengambilan unsur-unsur budaya dari luar sebenarnya bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa yang penerima. Ambil mengambil di biadng budaya ini sudah berlangsung ribuan tahun yang lalu, contoh yang paling mudah yaitu penularan teknologi ( ditemukan roda pada abad 20 dengan cepat berpengaruh bagi Negara lain dalam memajukan transportasinya).
Globalisasi itu sudah terjadi bahkan sebelum kita menyadari akan hal tersebut. Pada laporan ini saya akan membahas mengenai bagaimana dampak globalisasi bagi pulralisme budaya di Indonesia.
Identifikasi Masalah
Apakah globalisasi itu sesuatu yang perlu ditakuti, dibendung, atau malah didukung? Jawabnya tergantung dari apa yang ingin kita masukkan melalui globalisasi itu. Apa yang dibawa oleh globalisasi itu macam-macam, ada yang baik dan ada yang tidak baik. Seperti kita tahu, saluran globalisasi itu bermacam macam dan sangat canggih.
Bangsa
Ingatlah ciri ciri kebudayaan yang mengatakan bahwa kebudayaan bukan merupakan suatu hal yang tetap, melainkan suatu hal yang statis. Maka dari itu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang ini, tidak menutup kemungkinan bahwa ada sebagian unsure unsure kebudayaan yang harus ditinggalkan di belakang dan digantikan dengan yang baru.
Kreasi baru ditampilkan atau dieksperimenkan dengan memakai akar dari budaya lama yang dipadu dengan pengungkapan jiwa dan nilai nilai baru yang sesuai dengan perubahan yang terjadi. Dalam hal ini globalisasi lokal pun dapat terjadi, dampaknya sangat besar dalam membina kesatuan dan persatuan bangsa
Kesimpulan dan Saran
Dengan masih berfungsinya budaya-budaya etnis , bahkan, sekarang ini ada gejala menghidupkan dan mengembangkan apa saja yang berbau etnis, maka arus globalisasi itu pun akan ternetralisasi juga. Jadi, tidak akan ada kemungkinan punahnya budaya-budaya etnis, apalagi yang terpelihara baik oleh para pendukungnya. Di samping tercantum sebagai semacam tekad dalam lambang kebangsaan kita Bhinneka Tunggal Ika, orang-orang
Dalam wilayah
Tentang pluralisme budaya di


Tidak ada komentar:
Posting Komentar