Sabtu, 10 Oktober 2009

The Markplus Conference

The Markplus Conference 09

Seminar Marketing yang di adakan di Pasific Place, The Ritz Carlton, Jakarta. Dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh marketing ternama dan juga tokoh-tokoh dalam dunia marketing yang dianggap sudah meraih kesuksesan, seminar ini juga di hadiri juga oleh Bapak Gubernur kita, Bpk Fauzi Bowo dan juga di hadiri oleh tokoh marketing ternama yaitu Bpk Hermawan Kartajaya. Dan di sponsori oleh beberapa perusahaan swasta yang tidak asing lagi untuk kita seperti: Indosat, Metro Tv, Djarum Black, KFC, dll.
Susunan acara pada seminar ini dimulai pada pukul 07.30 – 21.30, yang di awali dengan pembukaan oleh Bpk Muhammad Nuh dan presentasi oleh Bpk Hermawan kartajaya dan juga dengan pemberian student award oleh bapak gubernur kita yaitu Bpk Fauzi Bowo, diselingi morning break : Networking dan Exhibition ,setelah morning break saya mengambil Integrating Off-Line dan On-Line yang di buka dari Bpk Andy F.Nova yang membawa acara Kick Andy di Metro Tv, dia memberitahu bahwa seberapa pentingnya mengunakan media online dan offline, dia bisa mengetahui dari pengalamannya dalam pemberian sumbangan kepada fakir miskin yang melalui acaranya dalam dua minggu dapat mengumpulkan dana sekitar 200 - 300 jt, jumlah yang luar biasa saya kiranya. Itu didapat dari website yang dibuat untuk acara Kick Andy. Pembicara kedua yaitu Bpk Soegianto Nagaria akan mengupas strategi Summareson dalam membentuk komunitas penghuni kawasan Kelapa Gading Jakarta dengan membentuk Klub Kelapa Gading. Secara mendalam Soegianto juga akan membahas bagaimana Summarecon memanfaatkan anggota komunitas ini untuk menjadi advocator yang memainkan peran sebagai “salesman” melalui referral dan rekomendasi yang mereka berikan kepada pelanggan lain. Pembicara Ketiga Yaitu Bpk Dyonius Beti dalam sesi ini akan membahas strategi YMKI dalam memperkuat komunitas pelanggannya (komunitas Mio dan komunitas Yupiter) dengan mengintegrasikan kegiatan offline maupun online. Melalui integrasi ini Dyonius juga akan mengupas strategi YMKI dalam melakukan komunikasi, interaksi, dan engagement dengan setiap anggota komunitas Motornya, dan membuat customer yang setia dalam pembelian setiap kendaraan motornya. Pembicara ketiga yaitu Bpk Djonnie Rahmat. Pria yang profesional dan bertangan dingin. Di bawah pimpinannya, Harley Davidson Indonesia berhasil melakukan turnaround dan mengalami perubahan yang lebih baik. Dalam berbisnis, Djonnie dikenal sebagai profesional yang tidak hanya menggunakan feeling, tapi juga detail, analitis, dan rapi dalam pekerjaan. Djonnie juga punya kemampuan komunikasi yang cukup baik. Terutama, bagaimana mengintegrasikan kegiatan pemasaran offline dan online suatu merek dengan selalu mengadakan acara dengan cutomer dan juga wartawan, mereka bisa menciptkan komunitas yg kompak dan loyal.

1.1 High –Tech, High - Touch Service
Segment ini dibawakan Bpk Iwan Setiawan yang bekerja sebagai konsultan pemasaran yang berpengalaman menyusun strategi bagi beberapa klien di services industry dalam 5 tahun terakhir. Saat ini adalah Head of Strategy Practice dari MarkPlus&Co, divisi konsultan pemasaran dari MarkPlus, Inc. High tech segment adalah segmen yang lebih senang menggunakan media teknologi seperti mobile phone, internet, dan mesin ATM untuk customer interface. Sedangkan high touch segment adalah segmen yang lebih senang bertemu manusia seperti teller dan customer service officers untuk customer interface.menurut Bpk Iwan Setiawan perusahaan yang dapat menggabungkan high technology dan touch service adalah perusahaan yang terbaik, yang dapat melayani semua customernya dengan baik, campuran tersebut disebut juga sebagai hybrid is the best dan juga dijelaskan berbagai macam pengetahuan marketing yang bisa di andalkan dalam dunia marketing jaman sekarang ini dan juga di sertai dengan segment tanya jawab dengan Bpk iwan Setiawan.

Metrosexual Marketing

Segment metrosexual marketing ini dibawakan oleh dua orang pria yang cukup sukses di dunia marketing yaitu Bpk Hendra Nugraha Pria yang memiliki spesialisasi di bidang marketing dan promosi ini yang ikut angkat bicara dalam segment kita kali ini, Bpk Hendra Nughraha yang membantu dalam pembangunan Celebrity Fitness ini yang meraih Pria Metrosexual sebagai target marketnya, cukup mampu dalam pengembangan celebrity fitness. Istilah metroseksual, sama sekali bukan urusan preferensi seksual. Kendati berpenampilan manis, Ia tidak harus diasosiasikan sebagai gay atau homoseksual. Ia adalah pria muda yang memiliki uang, dan hidup di tengah atau dalam jangkauan kehidupan metropolis atau bahkan juga pria yang cinta setengah mati tidak hanya terhadap dirinya tapi juga gaya hidup kota besar yang dijalaninya, menurut Bpk Hendra Nugraha. Dengan membuat pria ini sebagai target market dari Celebrity Fitness, dapat membuat Celebrity Fitness mengalami perkembangan yang cukup jauh dikarenankan mereka – mereka yang dapat merelakan uang mereka untuk membentuk tubuh yang ideal dan mendapatkan suasana yang nyaman di bawah instruksi dari sang pelatih.menurut data yang di ambil dari amerika mengatakan bahwa Jumlah pria metroseksual di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 20% dari total populasi pria dewasa di sana. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan riset MarkPlus bekerja sama dengan EuroRSCG AdWork!, beberapa tahun lalu, pria metroseksual ini sudah mencapai 15% dari populasi pria di Jakarta dan sekitarnya. Hingga kini, jumlah mereka menunjukkan tren yang meningkat terus dan terus. Hal ini dijadikan sebagai peluang bisnis dari beberapa perusahaan yang melihat peluang ini, contohnya Celebrity Fitness, dan PT Mandom Indonesia yang memiliki merek-merek khusus pria seperti Gatsby, Mandom, dan Spalding. Lalu, PT Kinocare Era Kosmetindo yang memiliki Ovale Maskulin dan Master Cologne for Men. Atau, PT Unilever Indonesia dengan Rexona Men dan Axe-nya.


Bpk Chris Oey juga ikut angkat bicara dalam segment ini, sebagai Senior Brand Manager AXE dan Rexona. Meski punya prestasi yang mengkilat pria yang menyelesaikan pendidikannya di Ohio State University, Columbus, OH pada 1993 ini tampak low profile. Saat ini di Unilever Indonesia Chris Oey menjabat posisi baru sebagai Senior Brand Manager Sunsilk. strategi promosi AXE. Ciamik dan cukup menarik bukan. Ya, Anda pernah melihatnya? pasti akan ketagihan melihat iklan-iklan AXE yang di buat oleh Bpk Chris Oey. AXE menggunakan banyak media dalam peluncuran produknya yang sangat menarik dan bagus ini, salah satu medianya dengan menggunakan you tube, Media koran dan juga berbagai majalah dan yang menarik juga dalam promosi axe ini sampai menurunkan puluhan gadis cantik yang berdemo di jalanan seakan - akan menolak peluncuran produk axe yang baru, sungguh membuat para cowok – cowok ingin segera membeli axe yah? Berbagai selebaran juga disebarkan dijalanan, bahkan sampai pengecatan tembok di pinggir jalan yang bertuliskan no handphone si cewek cantik ini, juga advertising dengan menggunakan badan bus dan juga mobil – mobil yang bertugas lalu lalang di jalanan, bertuliskan nomor telpon wanita. Iklan ini juga menggunakan iklan melalui media television dengan menggunakan wanita – wanita cantik ternama sebagai model iklannya yang menuliskan no telpon handphone untuk si sang pria, sungguh iklan yang menarik dan mencuri pandangan. Mengapa axe membuat target market ke pada pria metrosexual? Itu dikarenakan Di dunia marketing, pasar pria metroseksual sangat menjanjikan. Kelompok pria berpenampilan menarik, trendi dan selalu mengikuti perkembangan gaya hidup ini tidak segan mengeluarkan banyak uang untuk memanjakan dirinya. Mereka memiliki banyak uang dan kemampuan untuk membeli produk-produk yang diinginkan, berapa pun harganya. Maka dari itu kita harus selalu memperbaharui strategy marketing yang kita punya, dan kita juga harus selalu mengikuti perkembangan jaman yang sedang marak dan menjadi trend setter. Kalau kita tidak dapat mengikuti perkembangan jaman sekarang ini, kita akan semakin tertinggal dan terpuruk.




MARKETING COMMUNICATION

Nama : Richard Gower
Class : MKT 11 – 2C
NIM : 2007110166
Lecturer : Mr. Leonnard Ong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar